Memories
Seperti yg kita tau, di 2020 terjadi Pandemi Covid-19 yg mempengaruhi seluruh dunia. Kita belajar di rumah, tidak boleh keluar, layaknya terkurung. Masker dimana mana, rumah sakit penuh dan berita dipenuhi jumlah kematian. Kalian tau?? Saat itu, Bundaku sedang berbadan tiga. Iya tiga, Bundaku mengandung 2 adik kembarku yang sekarang berumur 3 tahun.
Suatu hari di tanggal 16 April malam, Bundaku merasa perutnya sangat sakit, segeralah bergegas Ayah mengantar Bunda ke rumah sakit yg biasa di kunjungi. Covid, membuat seluruh kamar rumah sakit itu penuh. Kepanikan melanda, Ayah mencari cari rumah sakit. Dan ya, semua rumah sakit terdekat pun penuh. Kalau tidak penuh, dokter yg bertugas sudah pulang karna itu sudah malam. Setelah berputar putar kesana kesini, akhirnya ada satu rumah sakit yg menolong kami, .
Aku begadang sampai jam 12 malam, menunggu nunggu kabar yg tidak pasti. Bunda bercerita, sudah berkali kali merasa bahwa sudah saatnya adik adikku lahir, tapi kelahirannya malah terjadi di jam 3 subuh (keesokkan harinya). Adik pertamaku, Nefa Aurora dengan matanya yg sangat rapat alias sipit. Selang 15 menit, adik keduaku tak mau kalah, Neifa Azzura dengan pipinya yg jatuh. Aku baru mendapat kabar pukul 9 malam, begitu mendapat foto kedua adikku, langsung saja aku post di sg haha.
Beberapa hari kemudian, akhirnya aku bisa melihat adik adikku secara langsung. Kalau mau menggendongnya, aku harus pakai alas bantal, itu pun duduk haha. Mengerikan, sangat ringan dan terlihat rapuh. Terlihat bisa terjadi sesuatu yg mengerikan jika aku yg brutal menggendong mereka. Untungnya, tidak terjadi hal seperti itu.
Jam pjj selesai, aku melakukan pekerjaan rumah alias beberes. Entah itu nyapu, nyuci dsb. Sore harinya, aku menonton tv di kamar Bunda, sambil menunggu adik adikku yg tidur.
Komentar
Posting Komentar